Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Platfom komunikasi online

Gak bisa keluar rumah, gak bisa nongkrong sama ghibah sama temen, BOSEN! Kalau introvert yang biasa di rumah saja buat recharge  energi untuk bersosialisasi, extrovert butuh recharge  energi bertemu dengan orang. Tapi kalau di lockdown  bagaimana? Ada beberapa tips untuk extrovert  buat komunikasi tanpa keluar rumah: Live Video Live IG (Instagram) Layanan streaming dari instagram ini sering dipakai kaum Milenial dan Gen Z. Beberapa artis atau influencer melakukan sesi live IG untuk sekadar menyapa fans atau tanya jawab. Kadang ada yang live IG cuma buat benerin rambut berjam-jam, ada yang sesi ghibah online di komentar live IG. Gunakan fasilitas ini untuk ghibah online  menyapa teman-teman atau membagikan kegiatan yang dilakukan di rumah selama ini (sesi memasak online, misal) Live FB (Facebook) Perbedaan dengan Live IG tidak terlalu signifikan. Namun, platform ini lebih cocok untuk para gamer streaming permainannya. Video call Zoom Layanan video con...

20 Tips Kegiatan Selama Lockdown

Gambar
Bosen? Iya, dirumah terus, gak bisa keluar jalan-jalan. Se- introvert nya orang pasti bakalan suntuk pas masa lockdown , self-quarantine , work from home , apapun itu. Namanya manusia butuh kegiatan biar pikiran gak jenuh sama rutinitas yang itu-itu aja. Tapi dah kehabisan ide? Oke~ Ini 20 saran dari kolega-kolega introvert dari FB tentang bertahan di rumah: Ikut online course (kursus online) Ini paling berfaedah, apalagi google ada kursus online gratis. Google Digital Garage (kamu baru memulai bisnis? Nah, yang ini cocok buat bahan belajar gimana sih kelola bisnis yang benar, mau fokus di marketing, networking, naikin sales, semua ada disini) Google Development Training (bagi yang suka bikin apps di platform mobile atau PC) Google Online Courses | Coursera (ini banyak topik, skillnya mumpuni buat yang masih bingung sama dunia kerja. Meskipun gak 100% gratis, tapi kan lumayan investasi sedikit buat ilmu) Kalau sudah selesai kursus dapat sertifikat, kan lumayan buat lamar kerja...

Energi Hidup

Gambar
Konon hidup itu adalah perputaran energi, Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika) berbunyi: Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tetapi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan (konversi energi). Terkadang kita terpikir, apa itu makna kehidupan kalau kita harus makan, minum, dan istirahat dalam bentuk apapun untuk bertahan hidup. Ada suatu titik jenuh, dimana tubuh kita sudah break-down/burn-out hingga pikiran mempertahankan energi tetap sama itu sia-sia. Buat apa? Toh juga nanti kita hilang? Terbakar habis dengan matahari? Jika anda sudah berada di titik itu, kemungkinan itu sinyal dari badan kita yang terlalu waspada akan keadaan sekitar, hingga kita memperhitungkan ketahanan tubuh kita sampai dimana. Atau hanya rasa penasaran dalam diri saja, seperti obsesi para raja di legenda untuk hidup abadi tanpa bersusah payah mempertahankan energi dalam diri. Terkadang, ini juga dibilang penyakit/sindrom burn-out . Apapun itu, pemikiran ini akan m...

Mengejar Angin

Manusia memiliki tendensi membandingkan diri dengan orang lain. Apalagi dengan maraknya fenomena media sosial. Media sosial sebagai piranti yang tidak bisa dilepas dari hidup kita mulai dari beranjak dari peristirahatan hingga merebahkan badan. Sampai-sampai badan kita sendiri tidak dapat istirahat cukup karena rasa tidak puas kita mengkonsumsi media sosial. Tendensi ini sebenarnya sudah terbentuk sejak kecil, bahkan dari lingkup keluarga inti. Misal, seorang anak yang dibandingkan dengan anak yang lain. Tidak jarang karena membandingkan ini, dari anak akan terbentuk rasa tidak nyaman akan diri. Rasa tidak nyaman ini kadang menjadi "kenikmatan" tersendiri bagi mereka yang mempunyai agenda atau "niat baik" bagi orang yang bersangkutan. Dari sini, orang akan menggantungkan keputusan kepada hal yang membuat mereka merasa lebih baik, siapa lagi kalau bukan ke orang yang mempunya agenda tersebut? Ketidaknyamanan membuat orang tidak puas akan apa yang ada dalam ...